TAHUKAH ANDA BAHWA PESTISIDA DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN KESEHATAN APABILA TIDAK DIGUNAKAN BIJAK?

Pestisida pertanian meliputi semua zat kimia, campuran zat kimia, atau bahan-bahan lain yang digunakan untuk tujuan:

1. Mengendalikan/membunuh organisme pengganggu tanaman (OPT), contohnya insektisida, fungisida, nematisida, dll.

2. Mengatur pertumbuhan tanaman, dalam arti menghambat/merangsang pertumbuhan dan mengeringkan tanaman, contohnya defoliant (senyawa untuk merontokkan daun), dessicant (senyawa untuk mengeringkan daun), dll.

Pada saat penggunaan pestisida perhatian petani umumnya fokus pada pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), sehingga keselamatan kerja pemakaian pestisida dan pencemaran lingkungan tidak mendapat perhatian. Padahal penggunaan pestisida pada bidang pertanian dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Paparan pestisida ini dapat terjadi pada petani dan masyarakat di sekitar lokasi pertanian. Paparan terjadi melalui kontak langsung dengan pestisida maupun melalui udara, tanah, air yang tercemar atau bahkan produk pertanian (seperti buah dan sayur) yang di dalamnya terdapat residu (sisa) pestisida berlebih. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan akan bahaya pestisida merupakan cara yang baik untuk meningkatkan kesadaran seseindividu akan bahaya pestisida.

Ilustrasi berikut adalah contoh sederhana yang terjadi akibat kecerobohan penggunaan pestisida: pemakai pestisida sudah menggunakan pestisida dengan dosis yang tepat, namun tetap membuang botol bekas pestisida di sungai, plankton dalam air menyerap pestisida ke dalam tubuhnya, selanjutnya seekor ikan memakan ribuan plankton dari air akan menimbun residu pestisida yang besar dalam tubuhnya, kemudin manusia yang memakan ikan  dari sungai tadi  akan menerima residu pestisida yang lebih besar lagi. Lambat laun jika pestisida tidak di tangani dengan benar maka residu pestisida tersebut kembali dan meracuni manusia.

Dampak kesehatan akibat pemakaian pestisida bagi manusia di rasakan dalam jangka pendek maupun panjang, bahkan terjadi setelah beberapa generasi. Perbedaan dosis dan media paparan menimbulkan perbedaan dampak toksisitas. Pemaparan kadar rendah dalam jangka panjang disebut dengan gangguan kesehatan kronis. Sedangkan gangguan akut terjadi apabila efek keracunan pestisida langsung terjadi seketika setelah penggunaan pestisida.

Keracunan kronis dapat ditemukan dalam bentuk kelainan syaraf. Selain itu ada beberapa dampak kronis keracunan pestisida pada organ paru-paru, hati, lambung dan usus. Individu yang terpapar oleh pestisida bisa mengalami batuk yang tidak juga sembuh, atau merasa sesak di dada. Ini merupakan gejala penyakit bronkitis, asma, atau penyakit paru-paru lainnya. Lambung dan usus yang terpapar pestisida akan menunjukkan respon mulai dari yang sederhana seperti iritasi, rasa panas, mual. muntah hingga respon fatal yang dapat menyebabkan kematian seperti perforasi, pendarahan dan korosi lambung. Muntah- muntah, sakit perut dan diare adalah gejala umum dari keracunan pestisida.

Individu yang terpapar pestisida mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengidap kanker. Tapi ini bukan berarti individu yang bekerja dengan pestisida pasti akan menderita kanker.

Efek akut lokal (jika hanya mempengaruhi bagian tubuh yang terkena kontak langsung dengan pestisida) biasanya bersifat iritasi mata, hidung, tenggorokan dan kulit.

Untuk menghindari berbagai potensi gangguan kesehatan tersebut, selain penerapan pengelolaan hama terpadu (PHT) untuk mengurangi pemakaian pestisida, kaidah-kaidah keselamatan kerja berikut perlu diperhatikan.

1. Baca instruksi  dan pengarahan pada label pestisida menyangkut konsentrasi dan dosis yang tepat, aturan keselamatan, serta pertolongan bagi penderita keracunan. Membaca dan memahami  label pestisida dapat menghindari kecelakaan fatal yang tidak perlu terjadi.

2. Jaga kemasan pestisida agar selalu tertutup rapat, kecuali saat menuangkan pestisida ke tangki semprot.

3. Simpan selalu pestisida  dalam wadah aslinya dengan label masih menempel pada kemasan.

4. Jangan memindahkan pestisida ke dalam wadah lain.

5. Simpan pestisida pada tempat yang kering, berventilasi dan tidak panas.

6. Tidak diperkenankan merokok, makan dan minum selama menangani pestisida.

7. Jangan membuka kemasan dengan cara memaksa atau mencongkel, karena jika tidak berhati hati cairan pestisida akan tersembur keluar dan mengenai muka.

8. Jangan mengunakan alat semprot bocor.

9. Gunakan alat pelindung pada saat menangani pestisida.

10. Jangan menyemprotkan pestisida pada tanaman yang akan di panen, khususnya untuk tanaman yang akan di konsumsi tanpa mengupas kulitnya, karena residunya bisa ikut termakan.

11. Hindari jatuhnya pestisida ke dalam sungai, danau, sumur, atau sumber air lainnya.

12. Jangan melakukan penyemprotan jika suhu udara lebih tinggi  dari 35 derajat Celcius.

13. Jangan menyemprot melawan arah angin sehingga kabut semprot tidak bertiup ke arah Anda.

14. Jangan meniup Nozel yang tersumbat, gunakan jarum halus untuk membersihkan nozel.

15. Tempatkan kemasan bekas pestisida ke dalam kantung plastik tertutup rapat dan sebaiknya di kirim ke pembuangan limbah B3 yang telah di tunjuk pemerintah, jika belum ada lokasi pembuangan limbah B3, kemasan bekas pestisida sebaiknya di kubur dalam tanah.

16. Larang anak anak untuk menyemprot pestisida atau bermain main dengan bekas wadah pestisida. 17. Jangan menggunakan wadah bekas pestisida sebagai tempat bahan lain.

#KKN-PPM UGM 2020

Kenali Stunting dan Pencegahannya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia sebagai negara dengan kasus stunting tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya permasalahan gizi serius di Indonesia, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, perlu diketahui lebih lanjut mengenai pemenuhan gizi seimbang pada masyarakat Indonesia.

#KKN-PPM UGM 2020

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Pengertian

Demam berdarah dengue (DBD) atau biasa juga dikenal sebagai dengue fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang di daerah tropis dan subtropis.

Tanda dan Gejala

Setelah tergigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala DBD adalah :

1. Demam diatas suhu 41oC

2. Nyeri kepala

3. Nyeri pada otot dan tulang

4. Nyeri pada bagian belakang mata

5. Ruam merah

6. Mual dan muntah

7. Pendarahan pada gusi atau hidung

Pada hari pertama sampai ketiga, pasien akan mengalami demam sampai 40oC atau bahkan lebih. Setelah itu ada yang disebut fase kritis, dimana pada fase ini adalah fase yang sangat penting untuk dilakukan pertolongan pada pasien untuk menyelamatkan hidupnya. Pada fase ini, suhu badan akan turun samapi dibawah normal, kemudian akan terjadi manifestasi pendarahan, dan trombosit akan turun. Dan fase yang terakhir pada pasien DBD adalah fase pemulihan dimana kondisi pasien akan lekas membaik dan trombosit mulai kembali naik. Kebanyakan orang sembuh dalam waktu seminggu atau lebih. Dalam beberapa kasus, gejala dapat memburuk dan dapat mengancam jiwa.

Faktor Resiko

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya DBD adalah :

1. Hidup atau melakukan perjalanan di daerah pandemik

2. Pernah terinfeksi DBD sebelumnya

3. Faktor usia

4. Penderita DBD 95% berusia dibawah 15 tahun

5. Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah

Cara Pencegahan

Kita dapat mencegah DBD dengan 3M PLUS, yaitu

1. Menguras

Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air, penampung air lemari es dan lain-lain.

2. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang yang dapat memicu tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

PLUS Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. Dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan:

– Memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang, ikan mas, kepala timah, ikan cetul.

– Menggunakan obat anti nyamuk oles ketika tidur dan beraktifitas sehari-hari.

– Pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah dan menggunakan kelambu saat tidur.

– Gotong royong rutin untuk membersihkan lingkungan

– Meletakkan pakaian bekas pada wadah yang tertutup, hindari kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

– Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

– Memeriksa tempat-tempat penampungan air dan perbaiki talang/saluran air yang tidak lancar.

– Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, lavender, kecombrang, geranium (bunga tapak dara).

Penanganan

Apabila tanda dan gejala DBD tadi muncul, maka ada beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi bertambah parah, yaitu:

1. Mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi karena muntah.

2. Mengompres demam dengan air hangat.

3. Minum obat penurun panas.

4. Jika sudah melakukan pencegahan, tetapi gejala demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi.

#KKN-PPM UGM 2020

Destinasi Wisata di Desa Sariharjo? Kebon Ndeso Wonorejo, apa itu?

Kebon Ndeso Wonorejo adalah salah satu tempat destinasi wisata kece di Sleman yang menyediakan:
🧗🏼‍♂️ Kegiatan Outbound
🎪 Taman Bermain
🎻 Edukasi dan Kesenian
🍱 Kuliner makanan
🎈 Reservasi berbagai jenis acara seperti perayaan ultah, pesta, dsb.
.
Lokasi Kebon Ndeso Wonorejo juga strategis banget loh yaitu berada di
📍 Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 9,5 Wonorejo, Desa Sariharjo, Kec. Ngaglik, Sleman.
Kalian juga bisa akses mapsnya di 📍https://maps.app.goo.gl/QpCsWMvCtCex87Gw5

Instagram : @kebon_ndeso_wonorejo

Peta Persebaran Fasilitas Kesehatan Penanganan Covid-19

Dalam upaya pemberian informasi kepada warga masyarakat mengenai tindakan yang dilakukan saat keadaan darurat akibat Covid 19, berikut dijabarkan dalam sebuah peta yang menampilkan secara visual alamat Rumah Sakit siaga Covid 19 serta kontak yang dapat dihubungi. 

Sariharjo Tanggap COVID-19!


Sariharjo Tanggap Covid-19 merupakan aksi solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat bersama Tim KKN-PPM UGM Periode 6 Tahun 2020 bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dan Pemerintah Desa Sariharjo. Gerakan ini membuka dukungan bagi semua pihak untuk ikut terlibat dalam membantu melakukan pencegahan, penanganan, maupun penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Bantuan dapat berupa uang, barang, maupun menjadi relawan sebagai bagian dari Satgas Covid-19 Desa Sariharjo. Bantuan dapat disalurkan dengan mengisi formulir online bit.ly/sariharjotanggapcovid-19. Donasi yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Dengan adanya gerakan ini harapannya masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan, penanganan, maupun penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

Mari bersatu melawan Corona! Saling membantu dan berbagi dengan sesama.

Bersama kita pasti bisa #SariharjoLawanCorona

Mari Jaga Lansia Agar Terhindar dari COVID-19!

Virus Corona atau SARS-CoV-2 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini lebih mudah menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Salah satunya adalah para lansia (lanjut usia), yaitu kelompok orang yang usianya lebih dari 60 tahun.

Selain lebih rentan terinfeksi virus Corona, lansia juga bisa mengalami dampak yang berbahaya bila terkena COVID-19, terutama lansia yang memiliki penyakit jantung, paru-paru, atau diabetes.

Hal ini karena daya tahan tubuh lansia sudah melemah dan kerja organ-organ tubuhnya juga umumnya sudah tidak optimal, bahkan bisa saja sudah mengalami gangguan. Dalam kondisi tersebut, virus akan lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan, serta memperberat gangguan yang sudah ada.

Nah, untuk merawat lansia di rumah dan mencegahnya terkena penyakit COVID-19, lakukanlah tips-tips berikut ini 🙂

TIM KKN PPM UGM PERIODE 6 2020
SARIHARJO, NGAGLIK, SLEMAN